Rabu, 23 Desember 2009

Inilah Adegan Yang Pasti Ada Di Sinetron Indonesia

1. Pasti ada orang sangat kaya, rumah mewah, tapi tak pernah jelas kerja dan bisnisnya apa
2. Pasti anak laki-laki atau anak perempuannya menjadi petinggi di perusahaan, padahal kalau dilihat wajahnya culun dan belum pantes.
3. Cerita utuhnya pasti soal percintaan, hampir tidak pernah ada tema yang lain
4. Setiap judul pasti ada kata-kata cintanya, misalnya : Wajah Cinta, Selimut Cinta, Cinta, Tersandung Cinta, Cinta Kita, Cintaku Sebesar Gunung, Awan Cinta..capee dehh..
5. Belakangan judulnya mengalami revolusi menjadi nama-nama pelakon utamanya misalnya : Dinda, Salawati, Haryati, Cindy (sudah kehabisan judul cinta), dan tak pernah judulnya seorang laki-laki.
6. Anak orang kaya jatuh cinta pada anak miskin
7. Ayah atau ibu si anak miskin selalu dalam kondisi sakit parah
8. Kalau pemeran protagonist, bicaranya dilembut-lembutkan, tingkahnya sangat santun, rapi, baik banget, selalu senyum, sangat baik sehingga kelihatan tak wajar.
9. Nah, si antagonis, ciri khasnya selalu marah, kayaknya setiap episode, setiap menit isinya marah melulu, mata melotot kekiri dan kekanan, dan mulutnya dimiring-miringkan, pokoknya sangat-sangat jahat deh..
10. Punya pembantu pasti dipanggil “mbok”, namanya nggak lepas dari Inem atau Iyem. Pembantunya biasa ibu-ibu gemuk, rambutnya disisir ke belakang dan ada sanggul kecil di belakang, dan serbet di pundak trus kerjanya nyediain minum.
11. Majikan biasa dipanggil “Den” (kepanjangan dari Raden kali ya..) dan yang perempuan dipanggil “Neng” atau “Den Putri”, dan bapaknya dipanggil “Tuan” sementara istrinya dipanggil “Nyonya”.
12. Lalu, ada juga pembantu gaya baru, wanita agak muda, hobinya manas-manasin suasana, rambut dicat pirang (turunan bule kali..), herannya selalu pake daster batik murahan dan selalu berpihak ke si antagonis.
13. Pasti ada adegan makan, mutlak tak bisa tak ada, karena kalo nggak makan yah..nanti lapar, nggak bisa jalan ceritanya. Aha..
14. Kalau ada adegan di kantor, biasanya dalam ruangan bos, mewah, selalu dikondisikan memeriksa map, tapi nggak pernah selesai karena datang anggota keluarga atau pacarnya.
15. Karyawan kantor biasanya pake dasi, tapi kadang nggak “matching” antara dasi dan kemejanya, dan kerjanya cuma mondar-mandir nggak jelas, hebatnya mondar-mandirnya bisa lebih 10x dalam satu adegan.
16. Selalu terjadi keributan di kantor, dan si direktur biasanya menghindari keributan dengan mengajak si pembuat onar keluar kantor, selanjutnya…
17. Adegan dalam mobil, adegan yang jadi favorit sinetron kita, adegan ini selalu hadir di setiap sinetron, biasanya terjadi pembicaraan sepasang kekasih, mesra, tapi tiba-tiba diganggu oleh telefon seorang tak dikenal, atau dikenal namun ada ancema-ancemannya.
18. Herannya, selalu ada tabrakan. Pada saat tertabrak, selalu pake slow motion, jatuhnya diatur, berdarah pasti dikening, dan masuk rumah sakit. Ruangnya VIP atau Kelas I.
19. Dokternya masih muda, culun, belum pantas. Trus pasiennya jatuh cinta.
20. Kalau sampe korbannya buta, pasti “buta melek”, karena dijamin pasti suatu saat dianya jatuh dan tiba-tiba matanya melihat lagi
21. Di dalam rumah selalu berdandan habis, dan pake sepatu.
22. Parahnya, tidurpun masih full make-up, Cuma bajunya aja yang diganti piyama.
23. Ada perseteruan antar anak kecil si baik vs si buruk, yg baik itu kelihatan “tolol” banget-nggak wajar !
24. Kalo sholat, isinya mendoakan orang yg dicintai, pake nangis, jadi sampe lupa..mendoakan diri sendiri.
25. Selalu ada adegan di café, trus tiba-tiba kepergok pasangannya. Ribut deh..
26. DIJAMIN !Jika dua orang ngomong rahasia di kamar, pasti ada yg tiba-tiba nguping dan tahu semua rahasia. Trus si penguping “memeras” yg pegang rahasia.
27. Kalo pacaran atau pergi pesta, mobilnya bagus-bagus. Tapi kalo lagi kejar-kejaran mobilnya berubah jadi mobil jelek, padahal sebelumnya di rumah yang punya mobil tak ada mobil yang jelek itu.
28. Kalau menabrak sesuatu, si pengemudi berteriak, mengarahkan kedua tangannya ke wajah dan kameranya langsung diputar-putar, bukan mobilnya kayak di film-film Amrik gitu..(nggak ada budget kali ya)
29. Anak yang memberontak sama orang tuanya langsung diusir, si anak tidak bawa apa-apa, trus baru diusir 5 menit sudah ditolong orang, dan besoknya sudah memakai pakaian2 yang bagus. Koq bisa ya..
30. JIka harus berpisah dan berangkat ke luar negeri, pasti ke Amerika (apa nggak ada negara lain ?)
31. Penjahatnya pasti pake jaket kulit, bergerombol 3-4 orang dan wajahnya sangar-sangar, lucunya..pasti apke kacamata hitam.
32. Polisi selalu bicaranya kaku (emang polisi beneran tapi nggak di casting benet-benar), dan kata-kata ucapannya, “JANGAN BERGERAK!”
33. Ponsel yang dipakai selalu model terbaru..nah kalo sekarang ini pasti pake BB semua artisnya (lagi ngetrend), nah..lucunya, yang miskinpun pake BB !!! hahaha..
34. Bapaknya Rudy Salam, Ibunya Diah Permatasari. Eh anaknya Cathy Sharon ! (Rusaklah teori Genetika !). Tak ada miripnya ke-3 orang itu. Lha, neneknya Rima Melati. Rusak dunia……
35. Kalo masuk penjara, selalu tak tersentuh. Dan sebentar saja sdh keluar, karena ada yang nyelamatin.
36. Adegan mesranya : umbar kata-kata manis, lalu saling mendekatkan bibir (sensor), dan berpelukan, lalu tiba-tiba hujan…kebetulan banget nih..
37. Biasanya diatas 300 episode, kalo sukses, dibuat seri ke-2, seri ke-3.
38. Endingnya pasti bahagia. Kalo endingnya buruk, bakalan tak ditonton lagi..


SUMBER

Minggu, 29 November 2009

rumah hantu AmityVille


Pada Desember 1975, George dan Kathleen serta anak-anak mereka pindah ke sebuah rumah di 112 Ocean Avenue, sebuah rumah besar bergaya kolonial Belanda di Amityville, sebuah lingkungan di pinggiran kota di selatan Long Island, New York.

Tigabelas bulan sebelum keluarga Lutz pindah, Ronald DeFeo, Jr., pemilik sebelumnya, telah menembak mati enam anggota keluarganya di rumah itu. Setelah 28 hari keluarga Lutz tinggal dirumah itu, mereka mulai merasakan hal-hal aneh dengan rumah tersebut.

Bagian ini berdasarkan buku yang ditulis oleh Jay Anson, 1977, The Amityville Horror – A True Story.





Jay Anson (1921-1980), adalah penulis The Amityville Horror

Rumah bernomor 112 di Ocean Avenue telah kosong selama 13 bulan setelah DeFeo membunuh anggota keluarganya, hingga pada Desember 1975 keluarga Lutz membeli rumah tersebut seharga $80.000. Rumah yang memiliki enam kamar tidur ini dibangun dengan gaya kolonial Belanda, dan memiliki atap yang melengkung. Rumah ini dilengkapi dengan kolam renang dan sebuah rumah tempat penyimpanan kapal. George dan Kathy telah menikah pada bulan Juli 1975 dan mempunyai rumah mereka sendiri, namun ingin memulai kembali dengan memiliki rumah baru. Kathy mempunyai tiga anak dari pernikahan sebelumnya, Daniel (9), Christopher (7), dan Melissa alias Missy (5). Mereka juga memiliki seekor anjing Labrador yang diberi nama Harry. Selama pengecekkan mereka saat akan membeli rumah tersebut, oleh agen mereka telah diberitahukan mengenai pembunuhan yang dilakukan oleh DeFeo, namun mereka menganggap hal itu bukanlah masalah.

Keluarga Lutz pindah kerumah tersebut pada 18 Desember 1975. Sebagian besar mebel dari keluarga DeFeo masih ada, karena semuanya termasuk dalam kesepakatan jual beli. Seorang teman George Lutz telah mempelajari tentang masa lalu sejarah rumah tersebut, dan mendesak agar mereka melakukan pemberkatan. Namun mereka tidak mengerti cara-caranya. George mengenal seorang Pendeta Katolik yang bernama Bapa Ray, dan ia bersedia untuk melakukan pemberkatan. (Dalam buku Anson disebutkan nama Pendeta tersebut adalah Bapa Mancuso. Hal ini dilakukan untuk menjaga privasi Pendeta tersebut, nama aslinya adalah Bapa Ralph J. Pecoraro).

Bapa Mancuso adalah seorang pengacara, imam Katolik, dan seorang psikoterapi yang tinggal di Sacred Heart Rectory. Ia tiba untuk melaksanakan berkat pada sore hari tanggal 18 Desember 1975 disaat George dan Kathy sedang membongkar barang-barang mereka. Ketika ia mengibaskan air suci yang pertama dan mulai untuk berdoa, ia mendengar suara dengan jelas yang mengatakan”Keluar!” – “Get out!”. Disaat meninggalkan rumah tersebut, ia tidak menceritakan kejadian itu kepada George maupun Kathy. Pada 24 Desember 1975, Bapa Mancuso menelepon George Lutz dan menasihatkan agar dia tidak menggunakan ruang dimana ia telah mendengar suara yang aneh tersebut. Ruang ini adalah ruangan yang direncanakan Kathy digunakan sebagai ruang jahit, dan tadinya adalah kamar tidur Marc dan Yohanes Matthew DeFeo. Percakapan telepon terputus secara tiba-tiba, dan kunjungan berikutnya ke rumah tersebut mengakibatkan Bapa Mancuso menderita demam tinggi dan pada lengannya dijumpai tanda yang mirip dengan tanda stigmata.

Pada mulanya, George dan Kathy Lutz tidak merasakan hal yang aneh dengan rumah mereka. Namun kemudian, mereka merasa bahwa “masing-masing dari mereka tinggal di suatu rumah yang berbeda”.

Sebagian dari pengalaman keluarga Lutz diuraikan sebagai berikut:

* George selalu terbangun sekitar pukul 03:15 setiap paginya, dan kemudian keluar ke rumah tempat penyimpanan kapal. Waktu tersebut diperkirakan adalah waktu dimana DeFeo membunuh anggota keluarganya.
* Rumah mereka selalu diganggu oleh segerombolan lalat di setiap musim dingin.
* Kathy mendapat mimpi buruk tentang pembunuhan dan saat dimana ia melakukan persetujuan pembelian rumah tersebut. Anak-anak mereka juga mulai tertidur dengan terlungkup, posisi yang sama saat mayat DeFeo ditemukan.
* Kathy merasakan seolah-olah “sedang dipeluk” dengan penuh kasih oleh suatu kekuatan yang tidak terlihat.
* Kathy menemukan sebuah ruang kecil yang tersembunyi (sekitar empat kaki) di belakang basement. Dindingnya bercat merah dan ruangan itu tidak tampak didalam denah rumah. Ruangan itu kemudian dikenal dengan nama “The Red Room”. Ruangan ini memiliki pengaruh terhadap anjing mereka Harry, yang selalu menolak untuk mendekat dan selalu berjongkok seolah-olah merasakan sesuatu yang negatif.
* Ada udara dingin, bau parfum dan kotoran didalam rumah, dimana tidak terdapat saluran udara atau jalur bagi sumber tersebut.
* Putri mereka yang berumur lima tahun, Missy, mengisahkan teman imajinasinya yang bernama “Jodie” yang memiliki mata yang sangat merah.
* George selalu dibangunkan oleh bunyi bantingan pintu depan. Ia akan segera ke lantai bawah dan menemukan anjing mereka tertidur dengan suara keras didepan pintu. Tidak ada orang lain yang mendengar suara itu kecuali dia.
* George mendengar apa yang diuraikan sebagai “Marching band Jerman” atau suara seperti radio yang tidak di setel dengan frekuensi yang tepat. Namun ketika ia ke menuju lantai bawah, suara gaduh akan berhenti.
* George disadari bahwa ia memiliki kemiripan kuat dengan Ronald DeFeo, Jr., dan mulai bermabukan di The Witches’ Brew, bar dimana DeFeo adalah salah seorang pelanggannya.
* Ketika mengecek tempat penyimpanan kapal pada suatu malam, George melihat sepasang mata merah yang sedang memperhatikan dia dari jendela kamar tidur Missy. Ketika ia pergi keatas untuk melihatnya, ia tidak menemukan apa-apa. Kemudian disimpulkan bahwa itu adalah “Jodie”.
* Ketika ditempat tidur, Kathy mendapatkan bekas merah didadanya disebabkan oleh suatu kekuatan tak terlihat, dan ia diangkat sekitar dua kaki dari tempat tidurnya.
* Kunci, jendela, dan pintu rumah dirusakkan oleh suatu kekuatan yang tak terlihat.
* Terdapat belahan kuku binatang yang besar di salju yang kemudian dihubungkan dengan seekor babi besar pada 1 Januari 1976.
* Dari dinding aula dan lubang kunci dari pintu kamar bermain yang ada di loteng keluar lumpur yang berwarna hijau.
* Sebuah salib 12 inchi yang digantung Kathy di kamar kecil ditemukan terpasang terbalik dan menyemburkan bau.
* George tersandung oleh sebuah keramik singa Tiongkok yang memiliki tinggi sekitar empat kaki, yang kemudian meninggalkan bekas gigitan pada salah satu mata kakinya.
* George melihat Kathy berubah menjadi seorang wanita tua yang berumur sekitar 90-an, “dengan rambut acak-acakan, muka dengan kerutan dan berbentuk buruk, dan air liur yang menetes dari mulutnya yang ompong”.

George dan Kathy Lutz dikelilingi dengan berbagai media yang mengulas kasus mereka

Setelah memutuskan bahwa ada yang tidak beres dengan rumah mereka, yang tidak dapat dijelaskan secara rasional, George dan Kathy Lutz melaksanakan suatu pemberkatan dengan cara mereka sendiri pada 8 Januari 1976. George memegang sebuah salib yang terbuat dari perak selagi kedua-duanya membacakan Doa Para Raja, dan dari ruang tamu mereka, menurut dugaan banyak oang terdengar suara paduan suara yang meminta agar mereka berhenti: “Will you stop!”.

Di pertengahan Januari 1976, dan setelah usaha pemberkatan yang dilakukan oleh George dan Kathy, mereka mengalami kejadian yang kemudian menjadi malam terakhir mereka berada di rumah itu. Keluarga Lutz menilai bahwa segala kejadian yang terjadi sebagai sesuatu yang sangat menakutkan, “too frightening”.

Setelah berkonsultasi dengan Bapa Mancuso, mereka memutuskan untuk mengambil beberapa barang kepunyaan mereka dan memutuskan untuk tinggal di rumah ibu Kathy di dekat Deer Park, New York. Pada 14 Januari 1976, George dan Kathy Lutz bersama ketiga anaknya dan anjing mereka Harry, meninggalkan rumah dan meninggalkan banyak barang dibelakang rumah tersebut. Hari berikutnya, seorang tukang ditugaskan untuk memindahkan barang-barang untuk dikirim ke keluarga Lutz. Ia melaporkan ada fenomena yang tidak normal didalam rumah itu.

Buku ini ditulis setelah Tam Mossman, seorang editor di penerbit Prentice Hall yang mengenalkan George dan Kathy Lutz kepada Jay Anson. Mereka tidak bekerja secara langsung dengan Anson, namun disampaikan melalui rekaman tape yang berdurasi sekitar 45 jam, yang kemudian menjadi dasar bagi penulisan buku ini. Diperkirakan penjualan buku ini mencapai sepuluh juta kopi dari beberapa edisi. Anson dikatakan mengambil dasar judul bukunya “The Amityville Horror” dari “The Dunwich Horror” karangan H.P. Lovecraft yang diterbitkan pada tahun 1929.


Senin, 19 Oktober 2009

Tom And Jerry In Fists Of Furry Full Download



Cara instal nya

1. setelah download kmu extrak di folder baru
2. di dalam file kmu klik 2x Setup.bat dan tunggu sampai selesai
3. setelah tuntas tanpa bekas...cari TJPC(release) di folder itu dan klik 2x
4. selamat bermain....

oh iya download di link d bawah ini

DOWNLOAD







Download Prototype




Sebelum mendownload
baca dulu
Sistem req nya :

OS: Windows XP (with Service Pack 3) and DirectX 9.0c or (Windows Vista with Service Pack 2)
Video Card: 256 MB 3D hardware accelerator card required - 100% DirectX 9.0c with Shader Model 3 support*
Processor: Pentium Intel Core 2 Duo 2.6 GHz or AMD Athlon 64 X2 3800+ or better
RAM: 1 GB of RAM for Windows XP / 2 GB Windows Vista systems
Hard Drive Space: 8 GB of uncompressed hard disk space (Plus 500MB for swap file.)
Sound Card: DirectX 9.0 –compliant sound card
DVD-ROM: DVD-ROM
Peripheral:
100% Windows XP/Vista - compatible mouse, keyboard and drivers
100% Windows XP/Vista - compatible 4X DVD-ROM drive or better (600 K/sec sustained transfer rate) and drivers

*Supported Chipsets for Windows XP and Vista
All NVIDIA GeForce 7800 256 MB and better chipsets
All ATI Radeon X1800 256 MB and better chipsets.


Truss..
sekarang tinggal download..
link ada di dalam notepad...

Download link prototype